Hukum Islam Bagi Orang yang Bertato

Bagaimana hukum islam bagi orang yang bertato? Bagi sebagian orang tato di identikkan dengan orang yang tidak baik. Namun pada sebagian yang lain tato merupakan hasil seni yang butuh di apresiasi. Lantas bagaimana agama melihat hukum tato?. Berikut ini ulasan singkat serta dasar hukumnya.
Hukum Islam Bagi Orang yang Bertato

Hukum Islam Bagi Orang yang Bertato, Boleh atau Tidak?

Fenomena membuat tubuh mereka terdapat tato biasa dilakukan oleh anak-anak muda. Pasalnya anak-anak usia remaja masih sangat rentan terpengaruh dengan lingkungan sekitar.
Selain itu saat mereka mengidolakan sosok yang salah juga bisa membuat mereka mengikuti semua hal yang dilakukan sang idola, entah itu kebaikan ataupun keburukan sekalipun.

Namun Agama Islam dengan tegas mengatakan bahwa hukum Islam bagi orang yang bertato tidak diperbolehkan. Hal tersebut karena pada pandangan Islam saat seseorang bertato maka akan muncul banyak kerugian yang akan didapat.

Bertato merupakan perbuatan yang telah diharamkan, bahkan saat  seseorang membuat tato dibagian masuk dalam anggota aurat. Dan secara tidak langsung pasti bagian tersebut akan terus diperlihatkan kepada khalayak umum. Dasar hukum pengambilan ketetapan seperti ini sudah dijelaskan dalam hadist  yang diriwayatkan oleh Muslim sebagaimana berikut ini.

“Allah melaknat orang-orang yang membuat tato, orang-orang yang minta dibuatkan tato, orang-orang yang mencabut bulu mata, orang-orang yang minta dicabut bulu matanya, dan orang-orang yang merenggangkan gigi untuk mempercantik wajah, dan mereka yang mengubah ciptaan Allah.” 

Karena bertato adalah kegiatan melukai tubuh maka  mereka yang termasuk orang yang melakukan perbuatan yang diharamkan Allah. sebagaimana seperti pada hadits bahwa Rasulullah SAW bersabda jika ”Allah melaknat orang-orang yang mentato dan yang minta untuk ditato.” (HR. Bukhori)

Selain itu salah satu kerugian saat orang bertato dalam pandangan kesehatan adalah dapat memicu timbulnya luka dan bahkan juga terkena penyakit kulit. Selain itu ada beberapa pandangan yang beredar di masyarakat bahwa orang yang bertato membuat sholatnya tidak diterima. Sebab tato bisa menghalangi masuknya air ke kulit atau menghalangi air wudhu untuk bersuci.

Oleh karena itu sebagian orang akan berpikir orang bertato tidak wajib melakukan sholat. Karena itu merupakan kesia-siaan. Walaupun sebagian pernyataan tersebut benar, namun belum tentu tepat. Jika melarang orang sholat karena mereka bertato dimasa kelamnya. Pasalnya pada kenyataannya hukum islam tidak seperti itu.

Pada hukum islam, bertato memang tidak diperbolehkan, namun jika pada masa lalunya orang bertato dan hendak bertaubat maka ia tetap diperbolehkan melakukan sholat.

Jika keberadaan tato tersebut bisa dihapus dengan mudah dan tidak melukai orang tersebut maka hukumnya wajib untuk menghapusnya. Namun saat tato tersebut sulit untuk dihapus bahkan jika pada proses penghapusannya akan membuat Ia menyakiti anggota tubuh yang lain maka itu termasuk perbuatan yang dilarang dalam Islam. Jadi pembersihan tato tidak diwajibkan.

Hal tersebut sesuai dengan firman Allah pada Al Qur’an tepatnya dalam  surat Al Baqarah ayat 195. Sebagaimana artinya bahwa “Dan janganlah kalian melemparkan diri kalian dalam kebinasaan”.
Sehingga jelas pada ayat tersebut dikatakan bahwa orang tidak boleh menyakiti diri sendiri entah alasan apapun. Termasuk saat harus menyakiti diri sendiri karena untuk menghilangkan tato.

Demikian itu hukum Islam bagi orang yang bertato. Oleh karenanya jika Anda belum bertato maka tidak usah sekali-kali mengikuti tren yang salah seperti tren bertato. Namun bagi yang sudah terlanjur bertato maka segera bertaubat, sebab pintu taubat Allah masih terbuka.

Belum ada Komentar untuk "Hukum Islam Bagi Orang yang Bertato"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel