Pengertian Pembuluh Darah Kapiler, Fungsi, dan Ciri - Cirinya

Pengertian Pembuluh Darah Kapiler, Fungsi, dan Ciri - Cirinya
Source: Wikipedia.org


Salah satu dari sekian banyak pembuluh darah yang letaknya di dalam sistem peredaran darah adalah  pembuluh darah kapiler. Pembuluh darah kapiler atau dari bahasa latin capillaris merupakan salah satu pembuluh darah terkecil di tubuh dengan diameter 5-10 μmFungsi terbesar dari pembuluh darah kapiler adalah memenuhi kebutuhan sel dan jaringan yang ada di dalam tubuh. Kedudukan pembuluh darah ini sebagai penghubung antara arteriola dan venula. Ukuran diameternya lebih kecil daripada pembuluh darah arteri dan vena, dengan struktur dinding yang tergolong tipis.
Untuk menambah wawasan kita tentang masalah ini, maka pada kelanjutan artikel di bawah ini saya akan membahas tentang pembuluh darah kapiler, fungsinya, serta berbagai hal yang berkaitan dengan itu.

Fungsi Pembuluh Darah Kapiler

1. Mengalirkan darah dan cairan penting

Perlu diketahui bahwa sistem sirkulasi atau sistem peredaran darah tidak saja melibatkan kinerja jantung, tetapi juga melibatkan kinerja pembuluh darah arteri, vena, dan kapiler. Berdasarkan tinjauan umum, pembuluh darah kapiler berfungsi mengalirkan darah dan cairan penting lainnya yang terdapat dalam sistem sirkulasi tubuh manusia.
Di dalam pembuluh darah kapiler, terjadinya pergerakan cairan melalui membran pembuluh disebabkan perbedaan tekanan hidrostatik dan osmotik koloid. Pada tekanan hidrostatik, pembuluh kapiler bekerja sebagai pendorong cairan dan zat terlarutnya melalui pori-pori kapiler ke dalam ruang interstisial. Adapun pada tekanan osmotik koloid, pergerakan cairan bekerja secara osmosis melalui ruang interstisial ke dalam darah.

2. Membantu proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida

Paru-paru selaku organ pertukaran oksigen dan karbon dioksida bekerja dengan bantuan pembuluh darah kapiler berada pada dinding alveoli. Dinding kapiler yang halus membantu proses pertukaran gas secara difusi. Saat udara yang kaya akan oksigen (O2) masuk ke dalam paru-paru, oksigen membran alveoli-kapiler agar  hemoglobin darah mengikat oksigen tersebut untuk selanjutnya dibawa ke jantung.
Adapun gas karbon dioksida (CO2) yang dibawa oleh aliran darah akan berdifusi dan keluar membran alveoler-kapiler lalu ke alveoli, yang selanjutnya diteruskan hingga dikeluarkan melalui hidung dan mulut.

3. Menghubungkan arteriol dan venula

Apakah akibat yang akan ditimbulkan jika pembuluh darah besar seperti pembuluh vena dan arteri terhubung secara langsung? Akibatnya akan menyebabkan sistem pembuluh darah bekerja tidak efisien. Di dalam tubuh manusia terdapat banyak jaringan penyusun organ. Kehadiran pembuluh kapiler yang berstruktur tipis mampu menjangkau itu semua. Hal ini jauh berbeda dengan pembuluh arteri dan vena. Dengan sebab pembuluh ini, darah dari pembuluh arteri mengalir melalui kapiler yang terhubung dengan vena. Nanti dari vena barulah darah diteruskan menuju jantung dan masuk melalui serambi kanan yang berperan penting dalam sirkulasi darah.

4. Tempat terjadinya pertukaran oksigen, karbon dioksida, dan sebagainya yang berhubungan dengan sel tubuh

Darah yang kaya oksigen mengalir dari paru-paru ke seluruh anggota tubuh melalui pembuluh darah arteri. Arteri sendiri bercabang-cabang hingga membentuk arteriol sebelum membentuk pembuluh kapiler yang lebih halus.
Pembuluh darah kapiler berhubungan langsung dengan berbagai jaringan yang tersusun dari kumpulan sel. Oksigen keluar dari sel darah merah lalu masuk ke sel-sel tubuh. Sebagai gantinya, darah akan mengikat karbon dioksida lalu dialirkan menuju venula sebelum masuk ke pembuluh vena. Pertukaran ini sangat penting agar gas-gas penting di dalam tubuh tetap seimbang.
Selain gas, nutrient dan bahan-bahan lainnya berfungsi memenuhi kebutuhan sel, dengan bantuan pembuluh darah kapiler. Jadi, semuanya memiliki peranan yang sangat penting di dalam tubuh kita. Strukturnya yang tipis menjadikan perpindahan bahan-bahan tersebut ke berbagai sel yang membutuhkan jadi lebih mudah.

5. Sebagai filtrasi pada organ ginjal

Struktur ginjal memiliki nefron, di mana pada setiap nefron terdapat kapiler-kapiler darah yang membentuk glomerulus di dalam badan malphigi sebagai komponen penyaring. Fungsi utama dari dinding kapiler glomerulus adalah sebagai filtrasi atau penyaringan plasma yang mengandung glukosa, garam, dan lain sebagainya.
Adapun kapiler pada ginjal termasuk kapiler fenestrate juga memiliki pori-pori sebagai filtrasi sebagaimana yang ada pada usus, hanya saja fungsinya berbeda. Darah yang bersumber dari arteri renalis nantinya akan dialirkan ke ginjal, lalu masuk melewati kapiler-kapiler tadi hingga mencapai kapiler-kapiler membentuk vena renalis yang membawa darah dari ginjal menuju vena kava inferior. Jika terdapat kelebihan air, garam, serta bahan buangan lainnya akan diekskresikan dalam bentuk urin.

6. Menyerap (absorpsi) makanan di usus halus

Makanan yang masuk ke lambung akan dicerna oleh lambung lalu di masukkan ke dalam usus halus. Zat-zat dari makanan tersebut diserap oleh usus halus melalui dua saluran utama, yaitu pembuluh kapiler darah dan saluran limfa. Saluran limfa terdapat di vili, tepatnya pada permukaan usus halus. Jenis kapiler pada usus adalah kapiler fenestrate. Dinding usus ini lebih permeable dan terdapat pori-pori sehingga molekul besar penting bisa melewatinya. Zat makanan yang diabsorbsi oleh usus nantinya akan tersalurkan ke bagian tubuh, termasuk ke organ hati. Dalam hal ini, organ hati berfungsi sebagai pengantara metabolisme tubuh.

7. Penyerapan sekresi kelenjar

Kelenjar limfa merupakan bagian dari sistem sirkulasi. Saluran limfa berfungsi untuk mengalirkan cairan limfa atau getah bening ke berbagai jaringan yang ada di sekitarnya melalui kapiler khusus pada limfa yang berukuran lebih besar dari kapiler darah yang biasa.
Cairan getah bening tersebut akan dikumpulkan ke dalam kelenjar limfa, di mana nantinya kelenjar limfa akan menambahkan limfosit yang sangat dibutuhkan oleh tubuh melalui cairan limfa sebelum dikembalikan ke sirkulasi darah. Tidak kalah pentingnya, kapiler limfa juga mengangkut partikel-partikel besar seperti protein agar keluar dari jaringan. Semua proses ini tidak akan bisa dilakukan oleh kapiler darah dengan cara absorpsi. Salah satu jenis kapiler pada sistem limfa adalah kapiler sinusoid.

Kelenjar lainnya yang juga dihasilkan oleh organ endokrin berfungsi untuk menghasilkan berbagai jenis hormon baik yang akan mengendalikan kegiatan fungsi tubuh. Sekresi dari kelenjar ini akan langsung masuk ke dalam aliran darah yang terdapat pada jaringan kelenjar, termasuk dalam hal ini adalah pembuluh darah kapiler.

8. Mendistribusikan metabolit atau limbah

Metabolit yang bersifat sampah umumnya berasal dari aktivitas sel-sel yang ada di dalam jaringan, lalu dikeluarkan melalui cairan ekstraseluler. Metabolit itu nantinya akan diserap oleh pembuluh kapiler yang berdinding tipis, lalu didorong masuk vena agar tersebar ke organ-organ eksresi.

Ciri - Ciri Pembuluh Darah Kapiler


  • Denyut pembuluh tidak terasa
  • Jaring jaring pembuluh tersebar di seluruh permukaan tubuh
  • Salah satu pembuluh darah terkecil pada tubuh
  • Darah akan menetes jika terluka
  • Aliran darah dari jantung kembali ke jantung
  • Dinding pembuluh tipis
Demikian penjelasan tentang Pengertian Pembuluh Darah Kapiler, Fungsi, dan Ciri - Cirinya. Semoga dapat membantu dan bermanfaat.



Belum ada Komentar untuk "Pengertian Pembuluh Darah Kapiler, Fungsi, dan Ciri - Cirinya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel