Kisah Rasulullah dan Wanita Buta

Nabi Muhammad adalah sosok panutan yang sebagai tauladan umatnya. Salah satu kebaikan nabi tanpa memilih kepada siapa yang akan ditolong adalah pada kisah Kisah Rasulullah dan wanita buta. Bagaimana kisahnya, simak uraian berikut.
Kisah Rasulullah dan Wanita Buta

Kisah Rasulullah dan Wanita Buta

Kisah ini berawal dari kisah nabi dengan sifatnya yang penuh kasih sayang membantu seorang pengemis wanita yang buta. Alkisah cerita tersebut berawal dari saat Nabi Muhammad SAW masuk di sebuah pemukiman kelompok Yahudi.
Pada pemukiman tersebut ada seorang pengemis tua namun buta yang setiap hari selalu berbicara yang mana isinya adalah menjelek-jelekkan Nabi Muhammad. Sang pengemis tersebut tidak pernah lelah untuk terus mengujar kebenciannya terhadap Nabi Muhammad hingga keluar keringatnya.
Kisah Rasulullah dan wanita buta ini memang menjadi tauladan bagi kita semua.  Pasalnya bukannya Nabi Muhammad membencinya namun justru Nabi Muhammad begitu iba saat melihat pengemis perempuan buta tersebut, dikarenakan keluar keringat yang dianggap Nabi itu sebuah tanda bahwa pengemis tersebut lelah.
Oleh karenanya Nabi pulang untuk kemudian membeli semangkuk sup yang enak dan akan diberikan kepada perempuan tua Yahudi tersebut itu.  Kurang lebih nabi Muhammad meminta perempuan pengemis tua itu untuk sejenak istirahat dan kemudian Nabi membawakan sup dan menyuapinya dengan kasih sayang.
Padahal secara jelas perempuan Yahudi tua tersebut telah mengejek dan mengutaran kebencian padanya. Tidak hanya sehari Nabi Muhammad menyuapi wanita tua tersebut. Namun sampai beberapa minggu Nabi terus mendatangi tempat wanita tua tersebut dan menyuapi dengan lembut.
Namun saat Nabi Muhammad wafat. Abu Bakarlah yang menggantikan posisi tersebut yaitu memberi makan sekaligus menyuapi perempuan Yahudi itu. Sebelum Abu Bakar mendekati perempuan tersebut. Sang perempuan terus mengumpat dan menjelekkan Nabi Muhammad. Bahkan Abu Bakar juga tak habis pikir bagaimana mungkin nabi tetap berlaku sabar dan lembut kepada orang yang jelas-jelas mengejeknya.
Namun akhirnya Abu Bakar tetap melakukan apa yang dulu pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad. Setelah memberikan suapan pertama maka sang wanita tua tersebut berceletuk dan tangan Abu Bakar dipegang.
Ia pun bertanya sedemikian “Siapa Kamu? Kamu bukan orang yang biasanya memberiku makan, orang itu memberikan ku makan dengan penuh kelembutan” Begitu kata wanita tua tersebut. Namun Abu Bakar tetap menyanggah dan terus mengatakan bahwa dirinya  orang yang biasa menyuapi wanita tua tersebut. Namun perempuan Yahudi itu tetap ragu. 
Dan terus mengatakan “Bukan, bukan kau kemarin orangnya. Sebab orang yang kemarin enak dan memberikan suapan dengan lembut. Tapi sekarang suapannya begitu kasar. Siapa sebenarnya kamu? Kamu bukan yang kemarin”. Kata wanita tua Yahudi tersebut.
Oleh karena itu seketika Abu Bakar menangis. Lantas wanita tua Yahudi itu menanyakan mengapa Abu Bakar menangis. Sang wanita tua berkata “Mengapa Kamu menangis saat aku tanya siapa kamu?”. 
Maka setelah itu Abu Bakar pun mengakui jati dirinya kepada sang wanita tua Yahudi. Abu Bakar berkata “Benar aku bukan orang kemarin, Aku adalah Abu Bakar. Sedangkan yang menyuapi engkau biasanya adalah Muhammad. Muhammad nabiku,”
Seketika wanita tua tersebut menjerit dan menangis seketika, Ia menyesal ternyata orang yang terus Ia jelek-jelekkan disetiap harinya adalah orang yang memberikan makan dengan penuh kelembutan. Saat itu juga sang pengemis tua tersebut mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai tanda Ia masuk Islam.
Demikian itu Kisah Rasulullah dan wanita buta yang patut menjadi tauladan bagi kita semua. Bahwa kebaikan akan berbuah pada suatu saat. Nabi juga mengajarkan bahwa setiap perbuatan baik bisa dilakukan kepada siapapun.
BAGIKAN
| |

Tinggalkan komentar