Kisah Turunnya Kitab Zabur kepada Nabi Daud

Kisah Turunnya Kitab Zabur kepada Nabi Daud – Selama ini, yang kita tahu tentang Zabur adalah bahwa kitab suci itu diturunkan Allah kepada Nabi Daud ‘alayhissalam. Kisah turunnya Kitab Zabur sendiri belum banyak yang membaca atau mendengarnya.

Kisah Turunnya Kitab Zabur kepada Nabi Daud

Kitab Zabur berisi puji-pujian kepada Allah, yang oleh kaum muslimin lebih dikenal dengan zikir. Tapi istilah zabur sendiri, dalam bahasa Ibrani memiliki kesamaan dengan zimra yang berarti lagu.
Oleh sebagian ulama, zabur dianggap sama dengan mazmur (kumpulan nyanyian keagamaan dan puji-pujian). Pada versi lain, zabur berasal dari kata zabara-yazburu-zabr, yang berarti menulis. Berarti, menurut ulama lainnya, zabur berarti kitab yang ditulis.

Kitab Zabur tidak berisi syariat sebagaimana Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam dan Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa ‘alayhissalam. 
Artinya, Bani Israil yang hidup semasa Nabi Daud ‘alayhissalam masih menggunakan syariat Nabi Musa ‘alayhissalam. Kitab Taurat, Zabur, dan Injil diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk Bani Israil. Sedangkan Al-Qur’an diturunkan untuk seluruh manusia, dan merupakan penyempurna syariat-syariat dari kitab suci sebelumnya.

Kelak menjelang hari kiamat, Nabi Isa ‘alayhissalam pun ketika turun ke dunia dan salat bersama kaum muslimin, beliau menggunakan syariat yang dibawa Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam. Beliau berdiri diimami oleh Imam Mahdi (umat Nabi Muhammad) dan tidak lagi menggunakan hukum yang ada pada Injil. 

Kitab Zabur diperkirakan turun pada abad ke-10 sebelum Masehi. Selisih dua abad dari Taurat yang diturunkan sebelumnya kepada Nabi Musa ‘alayhissalam.

Kisah Turunnya Kitab Zabur tak lepas dari sejarah peperangan Thalut, pemimpin Bani Israil, melawan pasukan Jalut yang berpostur besar. 

Setelah wafatnya Nabi Musa ‘alayhissalam, kaum Bani Israil secara perlahan meninggalkan ajaran Musa dan Harun. Mereka terpecah belah dan sibuk dengan urusan duniawi. Oleh sebab itu, mereka menjadi lemah dan dikuasai oleh bangsa lain.

Para pemuka Bani Israil lalu mendatangi Nabi Samuel ‘alayhissalam sebagai orang bijak di kalangan mereka. Oleh sang nabi, ditunjuklah Thalut dengan wahyu dari Allah, sebagai pemimpin mereka untuk berperang melawan pasukan Jalut yang menindas Bani Israil.

Di antara bala tentara Thalut, Nabi Daud kecil berperan sebagai pembawa bekal makanan untuk para prajurit yang berperang. Tapi pada akhirnya, justru Daud lah yang berhasil membunuh Jalut. Hal ini tercantum dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah 251.

Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.

Ibnu Katsir dalam kitabnya Al-Bidayah Wa An-Nihayah menjelaskan, Ketika Bani Israil berkumpul di hadapan Nabi Daud ‘alayhissalam, Allah menurunkan Zabur kepadanya, mengajarinya teknik pengolahan besi, dan menjadikan besi itu lunak baginya. Allah juga memerintahkan gunung dan burung untuk bertasbih bersamanya apabila dia bertasbih.

Sebagaimana kitab suci lainnya yang Allah turunkan, Zabur juga berisi informasi tentang kedatangan nabi dan rasul akhir zaman, Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam. Di dalam Zabur, Nabi Muhammad digambarkan sebagai orang suci yang dosa-dosanya diampuni, dan diberi perintah untuk menyampaikan wahyu, serta mengesakan Allah.

Demikian Kisah Turunnya Kitab Zabur kepada Nabi Daud ‘alayhissalam. Semoga dapat menambah khazanah keislaman, dan keimanan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

BAGIKAN
| |

Tinggalkan komentar