Majas Alegori : Pengertian, Contoh, Dan Ciri – Cirinya

Majas Alegori, Penjelasan dan Contohnya – Saat mempelajari Bahasa Indonesia, Anda tidak hanya akan mempelajari bagaimana penyusunan kata dan penggunaannya saja, namun juga bagaimana membuat sebuah kalimat menjadi lebih indah dengan pemilihan diksi yang tepat. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan gaya bahasa atau majas. Penggunaan majas ini bertujuan untuk menyampaikan maksud dari kalimat dengan cara yang lebih imajinatif sehingga pembaca bisa menangkap maksud dari kalimat tersebut. Majas terdiri dari berbagai jenis, salah satunya majas alegori yang akan dijelaskan di bawah ini.

Majas Alegori : Pengertian, Contoh, Dan Ciri - Cirinya

Pengertian Majas Alegori

Majas terbagi menjadi berbagai kategori berdasarkan penggunaanya. Majas alegori sendiri merupakan gaya bahasa yang masuk dalam kategori gaya bahasa perbandingan. Majas atau gaya bahasa alegori ini merupakan gaya bahasa yang menggunakan kiasan atau penggambaran untuk menerangkan suatu hal. Kiasan atau penggambaran yang digunakan juga harus berhubungan dalam sebuah kesatuan utuh. Jenis majas ini banyak ditemukan di dalam karya sastra tulis non fiksi seperti cerpen atau novel.

Istilah alegori secara etimologis berasal dari bahasa Yunani Kuno, yaitu ‘allegorein’ yang memiliki makna berbicara sebaliknya. Karena itu penggunaan majas alegori adalah untuk menggambarkan suatu kiasan yang sebenarnya memiliki makna berbanding terbalik namun dengan penggunaan kiasan yang berhuhngan d alan satu kesatuan utuh. Majas ini memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan gaya Bahasa lain, yaitu:

Ciri – Ciri Majas Alegori

  1. Kalimat yang di dalamnya terdapat gaya bahasa alegori biasanya merujuk pada penggunaan retorika.
  2. Bentuk umumnya selalu berisi penggambaran atau kiasan
  3. Penyusunannya dilakukan dalam sebuah uraian tertentu atau cerita yang menjadi lebih komplek.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah beberapa contoh majas alegori yang sering dijumpai dalam kalimat yang terdapat di karya sastra ataupun dalam percakapan. Berikut adalah beberapa contohnya.

Contoh Majas

  • Menjalani hidup itu seperti seorang bayi yang belajar berjalan. Pertama harus belajar merangkak, kemudian belajar berdiri untuk bisa berjalan, ketika sudah bisa berjalan dengan lancar baru berlari. Jatuh dan terluka dalam prosesnya adalah hal wajar yang akan memberikan luka sebagai sebuah pengalaman.
  • Banyak yang beranggapan jika semakin modern dunia, semakin egois sifat yang dimiliki oleh manusia. Hingga banyak yang mengatakan, mencari orang dengan hati baik dan tulus saat ini bagai mencari jarum dalam tumpukan jerami.
  • Seorang anak yang baru lahir ibarat selembar kertas kosong yang masih putih. Akan seperti apa kertas itu nantinya tergantung pada orang tua sebagai pembimbing jalan bagi anak. Karena itu sejak dini ajarkan hal-hal baik kepada anak agar nantinya hanya tinta emas yang tertoreh di atas kertas putih tersebut.
  • Waktu ibarat pedang bermata dua. Ketika bisa dimanfaatkan untuk mengerjakan hal-hal baik, maka ia akan menjadi sangat berguna. Begitu pula sebaliknya, jika tidak bisa menggunakannya dengan baik, justru akan memotong jari sendiri.
  • Sebait lirik lagu yang mengatakan jika hidup di dunia ini merupakan sebuah panggung sandiwara adalah sebuah kebenaran. Setiap orang mendapatkan peran masing-masing. Peran yang mungkin baik, buruk, lucu, sedih dengan genre yang bermacam-macam pula. Kitalah yang harus menjalani setiap babak kehidupan itu dengan baik agar bisa mencapai ending yang baik.

Demikian tadi penjelasan lengkap tentang majas alegori yang semoga bisa menambah pengetahuan Anda tentang gaya bahasa yang banyak digunakan dalam bertutur kata menggunakan Bahasa Indonesia. Berdasarkan beberapa contoh di atas, beberapa diantaranya mungkin pernah Anda lihat dalam karya sastra, namun beberapa mungkin juga pernah didengar dan dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari.

BAGIKAN
| |

Tinggalkan komentar