Majas Antiklimaks: Pengertian, Contoh, Dan Cirinya

Membedakan Majas Antiklimaks dengan Gaya Bahasa Lain – Mempelajari Bahasa Indonesia tidak hanya tentang bagaimana penyusunan kalimat yang baik dan benar sesuai kaidahnya, namun juga bagaimana memperindah kalimat tersebut. Meskipun begitu, susunan kalimat yang indah tidak harus mengorbankan makna yang ingin disampaikan. Inilah fungsi dari mempelajari gaya bahasa atau majas.

Majas Antiklimaks: Pengertian, Contoh, Dan Cirinya

Umumnya majas dikenal sebagai cara penyampaian yang menggunakan kata kiasan atau ungkapan untuk membuat kalimat menjadi indah. Namun tidak hanya itu, penggunaan majas bahkan juga bisa mempertegas makna yang ingin disampaikan dari kalimat tersebut. Seperti yang terjadi pada jenis majas antiklimaks yang akan dijelaskan dalam penjelasan berikut.

Pengertian Majas Antiklimaks

Sebelumnya sudah dijelaskan tentang majas klimaks yang merupakan gaya bahasa dengan penyampaian berurutan dari tingkat tertinggi ke tingkat terendah. Maka majas antiklimaks adalah kebalikannya. Majas Antiklimaks merupakan cara penyampaian gagasan dengan menggunakan urutan, namun urutannya adalah dari tingkat tertinggi ke tingkat terendah. Baik majas klimaks maupun antiklimaks masuk dalam kategori gaya bahasa penegasan.

Ciri – Ciri Majas

Sebagaimana jenis majas lainnya, majas antiklimaks juga memiliki ciri-ciri atau karakteristik khusus yang membedakannya dengan jenis gaya bahasa lain. Seperti beberapa ciri-ciri atau karakteristik yang merupakan karakteristik khas gaya bahasa antiklimaks berikut ini.

  1. Menggunakan kata-kata yang memiliki susunan (hierarki) menurun. Artinya susunannya berurutan menurun dari yang tingkatannya tertinggi ke kata yang tingkatannya terendah.
  2. Banyak menggunakan kata hubung ‘sampai’, ‘hingga’ dan awalan ‘mulai’, ‘dari’ dan ‘mulai dari’.

Jenis gaya bahasa ini memang tidak seperti jenis majas lainnya yang banyak digunakan dalam penulisan karya sastra untuk memperindah kalimat yang disusun. Majas yang termasuk dalam kategori penegasan ini lebih banyak dijumpai dalam penggunaan sehari-hari untuk menegaskan maksud atau makna yang ingin disampaikan dari kalimat tersebut.

Contoh Kalimat Majas Antiklimaks

Untuk lebih mengenal gaya bahasa antiklimaks ini, berikut ini adalah beberapa contoh majas antiklimaks yang sering dijumpai.

  1. Daya tarik lain yang membuat film terbaru ini sangat diantisipasi tidak hanya karena alur cerita yang berbeda melainkan juga partisipasi dari artis berbagai generasi yang mengisi daftar perannya, mulai dari aktor dan aktris senior hingga aktor aktris pendatang baru.
  2. PT Kereta Api menambahkan gerbong baru untuk rute perjalanan dari Surabaya ke Jakarta. Dengan begitu kini sudah ada berbagai kelas kereta yang bisa dipilih oleh penumpang, dari kelas eksekutif, kelas bisnis hingga kelas ekonomi.
  3. Industri kerajinan dan seni di Indonesia semakin berkembang pesat dengan berbagai inovasi yang diciptakan oleh para pelaku usaha mikro kecil dan menengah. Produk-produk yang dihasilkan kini bisa didapatkan dengan harga mulai dari jutaan, ratusan, hingga puluhan ribu rupiah.
  4. Guna meningkatkan kesadaran gaya hidup sehat, pemerintah melalui Kementrian Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan kegiatan pekan olahraga yang diikuti oleh berbagai kalangan mulai dari mahasiswa, siswa SMA, SMP hingga SD.
  5. Guna meningkatkan perekonomian di Indonesia, pemerintah menyadari bahwa hal tersebut tidak hanya bergantung pada peran pemerintah saja, melainkan juga pihak lain dari pengusaha, pelaku wiraswasta hingga petani yang merupakan penggerak roda perekonomian utama.

Majas tidak harus identik dengan penggunaan kata kiasan atau kata yang mengandung perumpamaan di dalamnya. Seperti pada majas antiklimaks ini misalnya. Di dalam penyusunannya tidak menggunakan kata kiasan atau ungkapan yang memperindah susunan kalimatnya. Gaya bahasa ini memang disusun tidak untuk memperindah susunan kalimat namun untuk menegaskan makna atau maksud yang ingin disampaikan. Penjelasan lengkap dan contoh yang diberikan di atas akan memberikan penjelasan detail tentang gaya bahasa ini.

BAGIKAN
| |

Tinggalkan komentar