Majas Antitesis: Pengertian, Perbedaan, Dan Contohnya

Apa Itu Majas Antitesis dan Bagaimana Contoh Kalimatnya? – Mempelajari Bahasa Indonesia bisa dibilang gampang-gampang susah. Lebih dari itu, dengan mempelajari Bahasa Indonesia yang baik dan benar, Anda bisa menemukan keindahan dari Bahasa Indonesia itu sendiri. Salah satu keindahan tersebut diperoleh dari penggunaan gaya bahasa atau majas.

Majas Antitesis: Pengertian, Perbedaan, Dan Contohnya

Majas yang merupakan gaya bahasa imajinatif ini akan membuat pembaca atau pendengar bisa merasakan dampak tersendiri. Dengan begitu, tidak hanya membuat kalimat menjadi indah, pembaca atau pendengar juga akan lebih bisa menangkap maksud atau makna dari kalimat tersebut. Salah satu jenis majas yang akan dipelajari dalam pembahasan ini adalah majas antitesis. Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

Majas Antitesis Dan Perbedaannya Dengan Majas Paradoks

Pengertian Majas Antitesis

Majas Antitesis adalah gaya bahasa yang memadukan oposisi atau pertentangan antara dua buah gagasan. Berdasarkan pengertian tersebut, majas ini termasuk dalam kelompok gaya bahasa pertentangan. Dalam penulisan atau penerapan gaya bahasa antitesis ini, dua gagasan yang saling bertolak belakang ini disandingkan secara langsung agar kontras diantara kedua gagasan bisa terlihat dengan jelas.

Pada gaya bahasa ini, dua kata yang maknanya berlawanan tersebut dimunculkan secara bersamaan bahkan disandingkan secara langsung. Dengan begitu, tidak ada makna implisit yang timbul dari kalimat yang dibuat tersebut. Ada banyak orang yang menganggap majas antitesis ini sama dengan majas paradoks karena keduanya menggunakan kata yang berlawanan makna. Namun, sebenarnya keduanya berbeda.

Perbedaan Pertama

Meskipun majas paradoks menggunakan kata yang bertentangan, namun kedua kata tersebut tidak berada dalam satu klausa. Sedangkan pada gaya bahasa antitesis berada dalam satu klausa yang berurutan ataupun dihubungkan dengan kata hubung.

Perbedaan Kedua

Pada antitesis kata yang digunakan adalah kata berlawanan, tidak selalu antonim. Sedangkan pada majas paradoks biasanya menggunakan antonim kata. Berikut ini adalah beberapa contoh majas antitesis yang sering ditemukan baik dalam teks maupun percakapan sehari-hari.

Contoh Kalimat Majas Antitesis

  1. Penghitungan angka keuntungan dan kerugian dari bisnis yang dijalankan harus dilakukan setiap hari agar bisa memantau kemajuan bisnis dan keinginan pasar.
  2. Hidup akan selalu ada masa saat berada di atas atau di bawah, namun hal paling penting adalah terus bersyukur atas semua hal yang dimiliki dalam hidup.
  3. Hanya kemampuan yang bisa menentukan keberhasilan atau kegagalan seseorang dalam menjalani suatu hal, namun juga kemauan dan kerja kerasnya.
  4. Menjalani pernikahan, setiap pasangan akan diminta untuk bersumpah agar selalu bersama dalam suka maupun duka hingga maut memisahkan.
  5. Jangan terlalu membenci atau mencintai seseorang secara berlebihan, karena sejatinya benci dan cinta hanya dipisahkan oleh satu garis tipis.
  6. Sepandai-pandainya seseorang menyembunyikan kebohongan, cepat atau lambat pasti akan ketahuan juga.
  7. Mengikuti nasehat orang tua tidak ada salahnya untuk membimbing kita dalam menentukan langkah yang benar, karena mereka sudah merasakan asam dan manis kehidupan ini lebih banyak dari kita.
  8. Setiap keputusan yang diambil dalam hidup pasti menimbulkan pro dan kontra, tinggal bagaimana kita bertanggung jawab atas keputusan yang sudah dibuat tersebut.
  9. Kinerja seorang karyawan di kantor bisa dilihat dari disiplin tidaknya ia hadir di kantor.
  10. Ketika berbuat baik kepada sesama, tidak perlu memikirkan besar atau kecilnya yang berikan. Asalkan diberikan secara tulus dan ikhlas tentu akan bisa memberikan manfaat bagi yang menerimanya.
  11. Besar kecilnya dosa yang diperbuat selama di dunia pasti akan dipertimbangkan saat hari perhitungan di akhirat.
  12. Ikuti saja saran Kakekmu. Beliau telah banyak merasakan manis pahitnya kehidupan selama 80 tahun usianya.
  13. Banyak Sedikit Rezeki yang kita peroleh, tetaplah harus kita syukuri.
  14. Urusan hidup dan mati serahkan saja kepada Tuhan, kita hanya bisa berdoa dan berusaha.
  15. Pola hidup kita salah satu penentu sehat sakitnya kita.

Penjelasan beserta contoh di atas memberikan pengetahuan lebih tentang majas antitesis bukan? Jadi kini Anda tidak perlu salah lagi dalam membedakan antara gaya bahasa antitesis dan paradoks.

BAGIKAN
| |

Tinggalkan komentar