Majas Asosiasi – Pengertian, Contoh, Dan Penjelasannya

Penjelasan dan Contoh Majas Asosiasi – Anda mungkin sudah tidak asing dengan istilah majas karena sudah sering dipelajari di sekolah. Secara materi, majas atau gaya bahasa ini kebanyakan dicontohkan ada pada karya sastra seperti puisi. Padahal, gaya bahasa atau majas juga sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Sayangnya tidak banyak yang menyadari ketika melakukan percakapan sering menggunakan jenis gaya bahasa atau majas.

Majas Asosiasi - Pengertian, Contoh, Dan Penjelasannya

Diantara banyaknya majas yang digunakan, ada majas asosiasi. Setiap majas dibuat untuk tujuan yang sama, yaitu untuk memperjelas maksud atau makna yang ingin disampaikan dari kalimat yang ditulis atau diujarkan. Bedanya, ada berbagai jenis majas yang digunakan untuk penyampaian makna atau maksud tertentu yang berbeda-beda pula.

Penjelasan Majas Asosiasi

Seperti yang sudah sedikit disebutkan sebelumnya, ada berbagai jenis majas yang bisa digunakan untuk menambah nilai estetik tulisan atau perkataan. Bisa juga penggunaan majas ini digunakan untuk menekankan maksud dari tulisan atau kalimat yang diucapkan. Diantara jenis majas yang ada, kali ini akan dibahas tentang majas asosiasi dan contoh penggunaannya.

Majas asosiasi adalah gaya bahasa yang masuk dalam kategori gaya bahasa perbandingan. Penggunaan majas atau gaya bahasa ini bertujuan untuk membandingkan dua hal yang sebenarnya berbeda namun sengaja dianggap atau dibuat sama. Karena itulah, biasanya dalam majas ini digunakan kata penghubung seperti bagaikan, bagai, seperti, seumpama atau laksana.

Layaknya jenis majas lainnya, majas asosiasi juga memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan jenis majas lain. Ciri pertama adalah majas jenis ini berisi perbandingan antara dua hal. Hal yang dibandingkan bisa berupa sifat atau benda. Tujuannya adalah untuk menekankan perbandingan dari objek tersebut atau membuatnya sebagai persamaan.

Ciri kedua adalah penggunaan kata hubung. Ada beberapa kata hubung yang umumnya digunakan dalam pembuatan majas ini, misalnya ‘bagai, laksana, seperti atau bagaikan’. Untuk lebih mengenal majas ini, berikut adalah beberapa contohnya.

Contoh :

  1. Perkataan yang keluar dari mulutnya sangat tajam bagaikan sebilah pisau
  2. Kedua anak kembar itu memiliki wajah yang sangat mirip bak pinang dibelah dua.
  3. Para politikus yang sudah menjabat wakil rakyat itu sudah melupakan janji-janji yang diucapkannya dulu seperti kacang lupa kulitnya.
  4. Bagi Andi yang sudah belajar untuk ujian kali ini, soal yang diberikan saat ujian Matematika sangatlah mudah, bagai membalik telapak tangan.
  5. Meskipun terlahir kembar dan memiliki wajah yang sama, Ana dan Ani memiliki sifat yang sangat bertolak belakang bagaikan langit dan bumi.
  6. Sejak kejadian beberapa tahun lalu, Surti tidak pernah akur dengan adiknya. Setiap bertemu mereka akan selalu beradu pendapat seperti minyak dan air yang tidak bisa disatukan.
  7. Meskipun seorang pertemuan ibuku memiliki kekuatan dan semangat bekerja seperti laki-laki.
  8. Saat berangkat sekolah tadi aku melihat Dino berjalan terhuyung bagaikan dihempaskan angin karena sedang tidak enak badan. Karena itu aku memintanya beristirahat di ruang kesehatan.
  9. Saat pertama kali pindah ke kawasan perumahan ini, aku dibuat takjub dengan rumah yang dibangun sangat besar dan megah layaknya istana.
  10. Kepercayaan seseorang kepada kita ibarat kertas, apabila sudah digenggam maka bentuknya akan berubah dan tidak akan bisa sempurna lagi.

Dari penjelasan dan contoh-contoh majas asosiasi yang dijelaskan di atas, kini Anda bisa membedakannya dengan majas lain bukan? Jadi, apakah Anda juga sering menggunakan majas ini dalam percakapan sehari-hari? Setidaknya salah satu diantaranya pasti pernah Anda gunakan atau dengarkan dalam percakapan sehari-hari.

BAGIKAN
| |

Tinggalkan komentar