Majas Ironi: Pengertian, Contoh, Ciri, Dan Penjelasannya

Menjelaskan Majas Ironi dalam Susunan Kalimat – Materi majas mungkin sudah sering dipelajari di sekolah. Tidak ada salahnya mempelajari berbagai macam majas untuk memperkaya gaya bahasa yang digunakan sehari-hari agar bisa lebih indah dan mengandung makna yang lebih dalam. Dalam pembahasan kali ini akan dijelaskan tentang majas ironi. Gaya bahasa ini sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan tidak hanya digunakan untuk menulis karya sastra saja. Penggunaan majas ini sering digunakan meskipun Anda tidak sadar ketika berbicara dan menggunakan gaya bahasa ini.

Majas Ironi: Pengertian, Contoh, Ciri, Dan Penjelasannya

Pengertian Majas Ironi

Kata ironi secara etimologi berasal dari bahasa Yunani ‘eironeia’ yang memiliki makna ‘pura-pura tidak mengetahui’. Sedangkan, Majas Ironi adalah majas yang mengungkapkan makna yang mana makna tersebut bertentangan dengan kenyataan yang sesungguhnya. Majas ini digunakan dengan tujuan sebagai sindiran atau untuk menyindir. Gaya bahasa ironi ini termasuk dalam kategori gaya bahasa sindiran.

Dalam penerapannya, majas ironi ini menyatakan suatu hal dengan cara membalikkan makna dari maksud sebenarnya yang ingin diungkapkan. Bisa dikatakan, gaya bahasa ini bersifat menyembunyikan atau menutup-nutupi kenyataan yang sebenarnya. Ironi sendiri bermakna penggunaan kata yang berbeda dengan makna sebenarnya. Makna sebenarnya sangat berlawanan dengan apa yang ditulis atau diucapkan. Umumnya, kalimat atau kata yang digunakan bersifat halus untuk menyindir suatu kenyataan tertentu, namun tak sedikit pula ironi yang menggunakan kata-kata yang bersifat kasar.

Ciri – Ciri Majas Ironi

Majas ironi memiliki ciri-ciri dan karakteristik yang membedakannya dengan gaya bahasa lain. Agar Anda bisa menggunakan gaya bahasa ini baik untuk penulisan karya sastra maupun untuk percakapan sehari-hari, perhatikan beberapa contoh kalimat yang mengandung gaya bahasa ironi berikut.

  • Bersifat menyembunyikan maksud atau makna sebenarnya yang ingin diungkapkan.
  • Pernyataan atau gagasan yang diungkapkan berlawanan dengan fakta yang ada.
  • Kalimat yang menggunakan gaya bahasa ironi umumnya disampaikan dengan kata-kata yang halus, namun di balik itu terdapat makna yang cenderung kasar, karena memang bertujuan untuk menyindir.

Agar pemahaman tentang gaya bahasa ironi ini bisa lebih dalam, Anda juga harus mengetahui bagaimana menggunakan majas ini dalam kalimat. Oleh karena itu, berikut ini adalah beberapa contoh kalimat yang didalamnya mengandung ironi yang bisa menjadi contoh jika Anda ingin membuat kalimat sendiri.

Contoh Kalimat Majas

  1. Suaramu saat bernyanyi memang sangat merdu sampai-sampai aku tak ingin mendengarnya.
  2. Tulisan tangan Niko bagus sekali seperti ceker ayam, aku saja bahkan tidak bisa membacanya.
  3. Tak ada ibu di rumah, kamar Adrian benar-benar sangat rapi seperti kapal pecah.
  4. Penghuni kelas X ini benar-benar rajin bersih-bersih dan rapi, sampah kertas saja sampai berserakan dimana-mana dan bangku-bangku juga tidak tertata.
  5. Tumben sekali kamu belajar di hari libur begini, menjelang ujian saja kamu tak pernah memegang buku sama sekali. Tak heran jika nilaimu di kelas menjadi nilai tertinggi.
  6. Pagi sekali kamu bangun tidur, bahkan matahari saja sudah naik tinggi.
  7. Tumben Andi pulang sekolah cepat, padahal matahari juga belum terbenam.
  8. Sepertinya kamu berangkat sekolah kurang siang, lihat saja sekarang masih jam 7.
  9. Sungai-sungai di kota besar saat ini sungguh berbau sedap sekali, sampai-sampai membuatku ingin muntah saat lewat di pinggirnya.

Majas merupakan gaya bahasa yang lazim digunakan untuk memperindah kalimat dalam bentuk lisan maupun tulisan. Dengan menggunakan majas, tidak hanya meningkatkan nilai estetik tulisan saja, bahkan juga bisa memberikan dampak tertentu bagi pembacanya. Seperti penggunaan majas ironi ini misalnya yang dari bentuknya memang tampak halus, namun memiliki maksud yang kuat sebagai sindiran.

BAGIKAN
| |

Tinggalkan komentar