Penjelasan Majas Litotes – Pengertian, Contoh, Dan Ciri

Penjelasan Lengkap Tentang Majas Litotes – Berbagai jenis gaya bahasa bisa digunakan untuk memperindah tulisan atau percakapan yang Anda lakukan. Selain pemilihan diksi yang tepat, penggunaan majas yang termasuk dalam gaya bahasa juga akan membuat kalimat yang diujarkan dalam percakapan bisa menjadi lebih indah tanpa mengurangi makna dan maksud yang ingin disampaikan. Ada berbagai jenis majas yang dikenal dalam Bahasa Indonesia. Seperti misalnya majas litotes. Majas ini sering dijumpai dalam teks karya sastra maupun dalam pengucapan sehari-hari. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah penjelasan, ciri dan Contohnya.

Penjelasan Majas Litotes - Pengertian, Contoh, Dan Ciri

Pengertian Majas Litotes

Majas litotes merupakan sebuah gaya bahasa yang seolah merendahkan diri atau menurunkan derajat terhadap lawan yang diajak berbicara. Penggunaan gaya bahasa ini memang terkesan berlebihan dan cenderung bertentangan dengan kenyataan yang terjadi. Majas ini termasuk dalam kategori majas pertentangan. Ketika digunakan, majas ini biasanya digunakan untuk tujuan mempengaruhi orang lain, dengan cara menurunkan derajat atau merendahkan diri tersebut.

Ciri – Ciri Majas Litotes

Sebagaimana penggunaan gaya bahasa atau majas lainnya, majas litotes ini juga memiliki ciri-ciri tertentu. Ciri-ciri ini bisa menjadi acuan Anda untuk membedakan gaya bahasa ini dengan jenis gaya bahasa lain. Berikut adalah beberapa ciri-cirinya.

  1. Menggunakan kata kiasan dengan pilihan kata yang cenderung menyamakan satu hal dengan hal lain.
  2. Dalam penerapannya di karya sastra seperti puisi atau prosa, majas ini umumnya menggunakan kata-kata yang sifatnya abstrak. Meskipun begitu, kata-kata tersebut tetap menggambarkan maksud dan makna yang ingin disampaikan melalui cerita tersebut.
  3. Banyak memanfaatkan perbandingan kata
  4. Kata-kata yang digunakan biasanya bersifat lembut atau rendah namun memiliki makna ingin menyampaikan niat yang tinggi.

Contoh Majas Litotes

Berdasarkan penjelasan dan ciri-ciri di atas, mungkin Anda kurang bisa memahami bentuk kalimat yang menggunakan gaya bahasa ini. Untuk itu, berikut ini adalah beberapa contoh majas litotes yang mungkin pernah Anda baca atau dengarkan dalam percakapan sehari-hari.

  1. Terimalah cincin usang ini sebagai tanda ketulusan cintaku dan keseriusanku menjalani hubungan denganmu.
  2. Jika ada waktu datang ke Jogjakarta, sempatkanlah singgah ke gubukku yang kecil ini sebagai tanda balas budi atas semua kebaikanmu.
  3. Satu sen demi satu sen aku kumpulkan setiap hari dengan memeras keringat dan otakku agar bisa membangunkan gubuk kecil untuk orang tuaku.
  4. Aku yang baru memulai merintis karir di bidang ini hanya memiliki nama kecil yang tak pantas disandingkan dengan seseorang yang sudah bertahun-tahun menekuni bidang yang sama denganku ini.
  5. Menyusuri jalan yang terjal ini setapak demi setapak akan kulalui agar bisa sampai ke puncak mimpiku selama ini.
  6. Pegawai rendahan seperti aku ini akan membutuhkan waktu yang lama untuk bisa membangun sebuah rumah bak istana seperti milikmu.
  7. Untuk menyambut pertambahan usiaku sekaligus sebagai ucapan syukur, aku harap kamu bisa datang ke acara syukuran kecil-kecilan di rumahku malam minggu nanti.
  8. Di hari istimewa pernikahan sahabatku, aku menyiapkan sebuah hadiah kecil tak seberapa. Semoga hadiah kecilku ini bisa memberi manfaat untukmu.
  9. Silahkan menikmati jamuan makan malam ala kadarnya yang dibuat spesial untuk menyambut tamu spesial ini.
  10. Aku berpikir apalah arti seseorang yang hanya bisa memberi cinta yang tulus ini kepadamu dibandingkan ia yang bahkan bisa memberikan dunia untukmu?

Nah, itu tadi adalah penjelasan dan contoh lengkap majas litotes yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dari contoh dan penjelasan di atas, Anda kini bisa lebih memahami tentang penggunaan dan fungsi dari gaya bahasa ini bukan?

BAGIKAN
| |

Tinggalkan komentar