Majas Paradoks: Pengertian, Contoh, Ciri, Dan Penjelasan

Majas Paradoks, Ciri, Kegunaan dan Contohnya – Pernahkah Anda mendengar tentang majas? Majas merupakan gaya bahasa yang digunakan untuk memperindah kalimat. Karena itu majas banyak ditemukan dan banyak digunakan di dalam karya sastra seperti puisi atau sastra prosa. Majas yang biasanya berbentuk perumpamaan membuat kalimat yang tersusun jadi lebih imajinatif dan indah. Selain itu, dengan menggunakan majas, makna kalimat yang ingin disampaikan bisa tersampaikan dengan lebih halus. Ada berbagai jenis majas dari berbagai kategori berbeda, seperti contohnya majas paradoks yang akan dijelaskan berikut ini.

Majas Paradoks: Pengertian, Contoh, Ciri, Dan Penjelasan

Pengertian Majas Paradoks

Majas Paradoks adalah salah satu jenis gaya bahasa atau majas pertentangan yang menyatakan 2 hal yang berbeda. Majas paradoks merupakan gaya bahasa yang masuk dalam kategori gaya bahasa pertentangan. Secara etimologi paradoks berasal dari bahasa Yunani yang memiliki makna ‘pendapat bertentangan’. Secara etimologi majas ini bisa diartikan gaya bahasa dengan pernyataan yang seolah bertentangan. Pernyataan yang diberikan menggunakan majas ini cenderung bertentangan dengan pendapat secara umum, makanya sering dianggap aneh.

Meskipun begitu, beberapa ahli mengungkapkan jika paradoks memang mengandung kalimat pertentangan yang salah namun juga benar. Karena itulah, ketika digunakan untuk berbicara, lawan bicara akan merasa kebingungan dan heran. Begitupun ketika dimasukkan dalam karya sastra. Kalimat yang menggunakan gaya bahasa atau majas paradoks juga menyimpan kebenaran yang bisa dipertahankan.

Untuk membedakannya dengan jenis majas atau gaya bahasa lain, Anda juga harus mengetahui ciri-ciri dari majas paradoks ini. Ada beberapa ciri-ciri yang bisa membedakan gaya bahasa paradoks dan menjadi karakteristiknya. Berikut adalah ciri-ciri tersebut.

Ciri – Ciri Majas Paradoks

  1. Terdapat dua konteks yang berbeda dalam satu kalimat. Seperti yang sudah disebutkan dalam pengertian sebelumnya, ciri utama dari majas ini adalah adanya dua komponen yang sangat berbeda dan bertolak belakang. Terkadang pembaca akan sulit memahaminya.
  2. Konteks yang berbeda tersebut mengarah ke satu kebenaran. Meskipun menggunakan dua konteks kalimat yang berbeda, bukan berarti setiap kalimat bisa dipasangkan dan menjadi majas paradoks. Harus ada harmonisasi kombinasi kata tersebut agar membentuk satu makna dan kebenaran yang sama.

Tidak hanya membuat kalimat menjadi indah, penggunaan majas ini juga memiliki tujuan lain. Gaya bahasa paradoks digunakan untuk menyatakan pendapat atas sesuatu yang tidak disukai. Pertentangan dalam gaya bahasa ini bisa digunakan untuk menyatakan pendapat sekaligus memberikan teguran tanpa harus memberi kesan negatif atau menyinggung lawan bicara. Gaya bahasa ini sering ditemukan pada media cetak. Berikut adalah beberapa contohnya.

Contoh Kalimat Majas

  1. Di negara yang kaya sumber daya alam seperti Indonesia ini, kenyataannya masih banyak penduduknya yang hidup dalam kemiskinan.
  2. Cuaca pagi ini memang sangat cerah, namun tak bisa menerangi suasana hatiku yang sedang mendung.
  3. Kecanggihan teknologi komunikasi yang ada saat ini membuat jarak puluhan hingga ratusan kilo jauhnya bisa terasa sangat dekat.
  4. Di tengah hiruk pikuk kota yang ramai ini, aku tetap merasa kesepian tanpa kehadiranmu.
  5. Teknologi yang semakin berkembang maju ternyata tak selalu membawa dampak positif, bahkan cenderung membawa kemunduran moral pada generasi muda saat ini.
  6. Usia Kakek Han memang sudah tua, namun semangatnya bekerja tak kalah dengan semangat anak muda.
  7. Meskipun terjadi perbedaan pendapat yang panas, namun tetap dibutuhkan kepala dingin untuk mendapatkan kesepakatan dari musyawarah ini.

Setelah mengetahui contoh-contoh yang diberikan di atas, kini Anda sudah paham bukan bagaimana penggunaan majas paradoks ini? Dari penjelasan di atas bisa disimpulkan jika majas tidak hanya digunakan untuk memperindah susunan kalimat saja. Lebih dari itu, majas juga digunakan untuk menyampaikan makna yang lebih mendalam dari sebuah kalimat.

BAGIKAN
| |

Tinggalkan komentar