Majas Paralelisme: Pengertian, Contoh, Ciri – Cirinya

Pengertian, Karakteristik dan Contoh Majas Paralelisme – Belajar tentang Bahasa Indonesia tidak hanya tentang bagaimana menyusun kalimat yang baik dan benar sesuai kaidah yang berlaku. Mempelajari Bahasa Indonesia juga tentang bagaimana membuat sebuah kalimat yang diucapkan bisa terdengar indah dibaca dan didengar sekaligus bisa menyampaikan maksud atau makna dari kalimat tersebut.

Majas Paralelisme: Pengertian, Contoh, Ciri - Cirinya

Itulah mengapa dalam mempelajari Bahasa Indonesia tidak bisa dilepaskan dari mempelajari tentang gaya bahasa atau majas. Diantara banyaknya majas yang ada dalam bahasa Indonesia, salah satu yang akan dipelajari dalam pembahasan ini adalah majas paralelisme yang akan dijelaskan secara lengkap beserta contohnya.

Pengertian Majas Paralelisme

Berdasarkan tinjauan katanya, paralelisme berasal dari kata dalam Bahasa Inggris ‘paralelizm’ yang memiliki arti sejajar. Secara etimologi, majas paralelisme bisa diartikan sebagai gaya bahasa yang menyampaikan sesuatu yang memiliki kesejajaran. Majas ini sering dijumpai dalam puisi dengan memakai kata yang sama di setiap bari dalam satu bait.

Gaya bahasa paralelisme ini disusun dengan tujuan untuk menunjukkan sebuah titik kesejajaran atau persamaan kedudukan dari dua atau lebih hal yang dianggap berbeda. Hal ini biasanya karena hal-hal yang disampaikan tersebut memiliki karakteristik yang berbeda sehingga sering dianggap berbeda. Cara penyampaiannya adalah dengan pengulangan kata untuk menegaskan makna yang ingin disampaikan.

Majas paralelisme ini lebih sering digunakan dalam pembuatan puisi untuk mengungkapkan perasaan penulis yang paling dalam dengan cara pengulangan kata-kata tertentu di setiap baris dalam bait puisi tersebut.

Ciri – Ciri Majas Paralelisme

Adapun gaya bahasa paralelisme ini memiliki karakteristik tertentu. Ciri-ciri atau karakteristik ini bisa menunjukkan apakah sebuah kalimat yang disusun tersebut mengandung gaya bahasa ini atau tidak.

  • Menampilkan keselarasan antara satu kata dengan kata lain.
  • Menggunakan kata-kata yang diulang beberapa kali untuk menegaskan kesan atau maksud.
  • Yang diulang tersebut juga menjadi ungkapan ekspresi dari suatu hal.

Setelah mengetahui pengertian dan ciri-ciri dari gaya bahasa paralelisme ini, selanjutnya adalah memperhatikan beberapa contoh penggunaan majas ini. Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan majas paralelisme dalam puisi dan dalam penggunaan sehari-hari.

Contoh Kalimat Majas

  1. Sahabat sejati akan selalu ada dalam menghadapi berbagai keadaan, baik susah atau senang bersama.
  2. Kulalui siang dan malam dalam kesendirian tanpa hadirmu di sisiku.
  3. Manusia tidak boleh terlalu mengagungkan pangkat atau kekayaan yang dimilikinya, karena sejatinya kehidupan itu layaknya roda yang terus berputar, kadang berada di atas kadang di bawah.
  4. Di era modern seperti saat ini, segala hal sudah tidak lagi memandang gender. Baik pria maupun wanita berhak mendapatkan kedudukan yang sama dalam segala hal termasuk pendidikan dan pekerjaan.
  5. Tidak ada yang tahu akan kesuksesan atau kegagalan sebelum benar-benar mencobanya.
  6. Ketika seseorang sedang dimabuk asmara, tak peduli jarak yang jauh atau dekat, semua akan ditempuh untuk orang yang dicintainya.
  7. Susu coklat adalah minuman favorit semua orang, baik itu diminum dalam keadaan dingin ataupun hangat.
  8. Kecantikan aktris Dian Sastro terlihat bahkan dengan atau tanpa riasan sekalipun.
  9. Semenjak kelas 1, peringkat Viona selalu naik dan turun. Meskipun demikian, ia tetap mempertahankan prestasinya dengan selalu berada di peringkat 3 besar di kelasnya.
  10. Perusahaan akan memberikan uang THR kepada para pegawai setiap menjelang idul fitri, baik itu pegawai lama atau pegawai baru akan tetap mendapatkannya dengan jumlah yang bervariasi.

Demikian tadi penjelasan tentang majas paralelisme yang harus Anda ketahui. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan jika majas atau gaya bahasa ini tidak harus selalu mengandung makna kiasan, karena kata-kata yang disampaikan secara pengulangan pun termasuk majas karena bisa mempertegas makna yang disampaikan.

BAGIKAN
| |

Tinggalkan komentar