Pengertian Pantun Agama Dan Contohnya

Menjelaskan Pantun Agama dan Contohnya – Budaya dalam masyarakat banyak menghasilkan karya dan seni yang masih dilestarikan hingga saat ini. Tidak hanya budaya tradisional, budaya agamis pun menjadi hal yang masih dilestarikan berupa karya sastra maupun seni. Salah satunya yang bisa dilihat dari adanya pantun berjenis agama. Pantun ini adalah pantun yang berisi tentang pesan-pesan atau pembelajaran keagamaan. Pantun jenis ini bukan hanya menjadi sebuah karya sastra puisi lama namun juga menjadi sarana penyebaran agama Islam yang ampuh untuk mengajarkan ajaran agama.

Pengertian Pantun Agama Dan Contohnya

Penjelasan Pantun Agama Dan Contohnya

Penjelasan Pantun Agama

Pantun agama adalah pantun yang merupakan sebuah karya sastra berisikan nasihat-nasihat atau ajakan mengenai bidang keagamaan. Di Indonesia sendiri, jenis puisi lama berisi pesan dan pembelajaran agama ini pada jaman dahulu memang sangat efektif dalam membantu menyebarkan ajaran agama Islam oleh para wali. Saat ini pun, pantun ini masih digunakan sebagai media yang menarik untuk menyampaikan pesan keagamaan sekaligus pembelajaran tentang agama.

Sama seperti jenis pantun lainnya, pantun ini memiliki isi di baris ketiga dan keempat berupa pesan keagamaan dan pembelajaran tentang agama. Karena isinya tentang agama inilah maka pantun ini disebut dengan pantun keagamaan. Pantun keagamaan ini juga terdiri dari dua unsur berbeda layaknya pantun-pantun lainnya. Ada unsur ekstrinsik dan unsur intrinsik. Unsur ekstrinsik adalah unsur luar yang mempengaruhi isi pantun, seperti kebudayaan, atau keadaan tertentu ketika pembuatan pantun tersebut.

Sedangkan unsur instrinsik adalah unsur di dalam pantun itu sendiri yang biasanya berupa struktur dan susunan pantun itu sendiri. Seperti yang sudah umum diketahui, pantun sebagai puisi lama terikat oleh aturan penulisan yang harus diikuti ketika membuatnya. Aturan bait, baris dan sajak adalah ciri khas dari pantun. Dalam pembuatannya, aturan ini harus diikuti agar tercipta pantun yang baik dan menarik serta tersampaikan pesan yang ingin dimaksudkan.

Ciri atau karakteristik utama dalam pembuatan pantun adalah aturan baris. Dalam sebuah pantun, satu bait harus terdiri dari 4 baris. Setiap baris dalam pantun itu terdiri dari 8-12 suku kata. Sedangkan aturan sajak juga harus diperhatikan seperti pola rima akhir setiap baris harus a b a b atau pola a a a a. Ketika semua unsur tersebut terpenuhi maka terbentuklah pantun yang baik.

Contoh Pantun

Berikut ini adalah beberapa bait contoh pantun agama yang sering ditemui dalam teks atau diujarkan sebagai pembelajaran.

Ke pasar Baru membeli tembaga
Tembaga diasah untuk membuat parang
Jika adinda ingin masuk surga
Jangan pernah tinggalkan sembahyang

Bertemu sumur di dalam semak
Sumur dalam ditimba airnya
Apa guna umur tinggi tegak
Umur manusia Tuhan yang punya

Setangkai bunga daunnya rimbun
Lebat bunganya buahnya tiada
Apa guna hidup seribu tahun
Kalau tak sembahyang dan bantu sesama

Pohon pisang ditanam di pinggir sungai
Pisang sepuluh berbuah sebiji
Jangan mencari keburukan saudari
Satu keburukan janganlah dicaci

Tak guna punya anting emas
Bila yang dipakai emas palsu
Tak guna berotak cerdas
Jika adinda sembahyang tak mau

Jangan pangkas daun-daun lebat
Untuk mendapatkan sepohon dahan
Jangan tunggu sampai ajal mendekat
Untuk melaksanakan perintah Tuhan

Demikian tadi adalah karakteristik pantun, isi pantun dan beberapa bait contoh pantun agama. Contoh yang disebutkan di atas menunjukkan jika pantun keagamaan bisa dilihat dari isi pantunnya yang memberikan pelajaran keagamaan atau pesan untuk mematuhi perintah Tuhan. Dengan penjelasan ini semoga bisa memberikan pemahaman lebih tentang pantun dan jenis-jenisnya.

BAGIKAN
| |

Tinggalkan komentar