Pengertian Pantun Duka Cita Dan Contohnya

Pengertian Pantun Duka Cita dan Contohnya – Ada perasaan bahagia, ada pula perasaan bersedih. Begitu dalam penulisan karya sastra. Ada yang mengungkapkan kebahagiaan, ada pula yang mengungkapkan kesedihan. Hal inilah yang terlihat dari penulisan jenis pantun.

Pengertian Pantun Duka Cita Dan Contohnya

Jika sebelumnya sudah dijelaskan tentang pantun suka cita, selanjutnya akan dijelaskan tentang jenis dan pengertian pantun duka cita. Sesuai dengan namanya, pantun jenis ini adalah kebalikan dari pantun suka cita. Lalu, bagaimana cara membuat jenis pantun ini dan bagaimana contohnya? Berikut akan dijelaskan secara lengkap beserta contohnya.

Pengertian Dan Contoh Pantun Duka Cita

Pengertian Pantun Duka Cita

Pantun Duka Cita adalah jenis pantun yang isinya mengungkapan kesedihan atau duka. Pantun duka cita adalah jenis pantun dengan isi yang berkebalikan dengan pantun suka cita. Jika sebelumnya pantun suka cita menggambarkan perasaan bahagia atau senang yang membuat pembaca juga merasakannya, maka hal sebaliknya dapat ditemukan dari pantun ini. Pantun jenis duka cita adalah jenis pantun yang menggambarkan perasaan duka dan bersedih dari penulis untuk pembacanya.

Penjelasan Pantun

Meskipun isinya berbeda, namun dalam penulisannya pantun duka cita juga tetap mengikuti aturan penulisan puisi lama lainnya. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, setiap karya sastra pasti tercipta dengan mengandung dua unsur yang saling melengkapi.

Ada unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik berkaitan dengan struktur dan penyusunan karya sastra itu sendiri, sedangkan unsur ekstrinsik berkaitan dengan hal di luar struktur yang mempengaruhi penulisan karya sastra.

Dalam menulis pantun duka cita ini juga tetap mempertahankan struktur penulisan pantun sebagaimana pantun lainnya. Seperti misalnya dalam penulisan satu bait harus terdiri dari 4 baris. Tiap baris dalam pantun harus terdiri dari 8-12 suku kata.

Jangan lupa juga dalam menulis pantun harus dengan struktur dimana baris ke 1 dan baris ke 2 adalah sampiran pantun sedangkan bagian isi pantun berada di baris ketiga dan keempat. Disinilah yang membedakan tiap-tiap jenis pantun. Berdasarkan isinya, pantun dibedakan menjadi berbagai jenis.

Pantun duka cita misalnya adalah jenis pantun yang isinya tentang perasaan sedih penulis pantun. Bisa juga dibilang pantun jenis ini dipengaruhi oleh unsur ekstrinsik, yaitu perasaan penulis. Dimana, ketika menulis sang penulis sedang dalam keadaan bersedih. Karena itu dituangkan dalam bentuk pantun. Berikut adalah beberapa contoh pantun jenis duka cita ini.

Contoh Pantun Duka Cita

Sepotong roti di atas nampan
Roti sepotong dimakan paman
Jangan bersedih atas sakit yang kau rasakan
Niscaya sedih akan diganti senyuman

Ada warna hitam ada warna putih
Setiap warna memiliki pertanda
Sungguh malam ini aku bersedih
Mengingat nenek yang sudah tiada

Membeli kain bentuknya lebar
Kain dipotong dibuat kebaya
Semoga aku kuat dan selalu sabar
Karena kuyakin ini cobaan dari Nya

Ke Bandung membawa oleh-oleh
Oleh-oleh dodol dibungkus kertas tipis
Jika kamu ada masalah bersedih boleh
Asalkan engkau jangan menangis

Membeli bunga di kota Jakarta
Bunga seikat dibawa Rida
Hidupku berat sangat menderita
Semenjak ditinggal ibu tiada

Besar kembangnya bunga sepatu
Jatuh ke bawah selaranya
Hamba sendiri yatim piatu
Ayah bunda saudara pun tak punya

Demikian tadi penjelasan dan contoh beberapa bait pantun berjenis duka cita. Berbanding terbalik dengan pantun suka cita, jenis pantun ini ditulis untuk menceritakan perasaan sedih atau berduka dari penulisnya. Bisa dilihat dari beberapa contoh yang diberikan di atas, penulis menggambarkan perasaan sedihnya melalui rangkaian kata yang menggambarkan perasaan sedih dan berduka sehingga bisa membawa pembaca turut serta merasakan perasaan tersebut. Semoga penjelasan dan contoh pantun duka cita di atas bisa memberikan ilmu lebih kepada Anda.

BAGIKAN
| |

Tinggalkan komentar