Pengertian Pantun: Ciri, Struktur, Dan Jenis

Pengertian Pantun, Ciri, Struktur, Dan Jenis – Apa itu pantun? Kata tersebut sudah tidak asing kita dengarkan. Apalagi, pantun merupakan salah satu materi pembelajaran di sekolah. Pantun adalah salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam beragam bahasa di Nusantara. Sehingga, pantun tidak hanya menggunakan Bahasa Indonesia saja. Tetapi semua bahasa di Indonesia dapat digunakan untuk membuat kalimat pantun.

Pengertian Pantun: Ciri, Struktur, Dan Jenis

Agar lebih jelas, di artikel ini akan dijelaskan mengenai pengertian pantun, ciri, struktur, dan jenisnya.

Pengertian Pantun

Menurut Wikipedia, pantun berasal dari bahasa Minangkabau yaitu patuntun, jika diartikan dalam Bahasa Indonesia berarti penuntun. Secara umum, pantun adalah jenis puisi lama dalam kesusasteraan Bahasa Indonesia. Umumnya terdiri dari 4 baris, meliputi dua baris awal adalah sampiran dan dua baris akhir adalah isi. Pantun bersajak a-b-a-b atau a-a-a-a.

Pengertian Menurut Para Ahli

1. Edi Warsidi dan Farika

Menurut Edi Warsidi dan Farika (2008:89), pantun adalah puisi lama yang sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia dalam bentuk berbagai bahasa. Dalam Bahasa Jawa, pantun dikenal sebagai parikan. Sedangkan dalam Bahasa Sunda, pantun biasa disebut sebagai paparikan.

2. Alisyahbana (2004:1)

Pengertian pantun menurut Alisyahbana (2004:1), pantun merupakan puisi lama yang sangat dikenal oleh orang dulu atau sangat dikenal pada masyarakat lama. Pantun memiliki ciri-ciri seperti tiap bait terdiri dari empat baris dan setiap baris terdiri atas 4-6 kata atau 8-12 suku kata. Terdiri dari sampiran dan isi. Baris pertama dan kedua adalah sampiran, sedangkan ketiga dan keempat adalah isi.

3. Herman J Waluyo (2005:32)

Pantun merupakan bentuk puisi melayu asli yang sudah mengakar atau mendarah daging dalam budaya masyarakat.

4. Kaswan Darmadi dan Rita Nirbaya (2008:77)

Pantun merupakan jenis puisi melayu yang setiap baitnya terdiri dari empat larik dan bersajak a-b-a-b. Untuk larik pertama dan kedua ialah sampiran, dan untuk larik ketiga dan keempat merupakan isi pantun.

Sampiran tidak berisi arti karena hanya diambil rima persajaknya. Jadi, jika akan membuat pantun, sebaiknya membuat dulu isinya kemudian menyusul sampirannya yang disesuaikan.

5. Hidayat (2010:1)

Pantun merupakan salah satu jenis puisi melayu lama yang secara luas dikenal di tanah air kita.

6. R.O. Winsted

Pantun tidaklah sebatas gubahan suatu kalimat yang mempunyai rima serta irama, namun ialah sebuah rangkaian kata yang indah untuk melukiskan suatu kehangatan cinta, kasih sayang, serta rindu dan dendam penuturnya.

7. Dr. R. Brandstetter

Pantun berasal dari akar kata tun, yang terdapat dalam berbagai bahasa di Nusantara. Misalnya tuntun dalam bahasa Pampanga, yang bermakna teratur, kemudian tonton dalam bahasa Tagalog, yang bermakna bercakap sesuai dengan aturan tertentu. Dalam bahasa Jawa Kuno, tuntun yang artinya benang dan atuntun yang berarti teratur serta metuntun yang artinya memimpin. Dalam bahasa Toba pantun yang artinya kesopanan atau kehormatan dalam bahasa Melayu pantun yang artinya quatrain yaitu sajak berbaris empat dengan rima a-b-a-b, sedangkan dalam bahasa sunda, pantun yang artinya cerita panjang yang bersanjak dan diiringi dengan musik.

8. Surana (2010:31)

Menyatakan bahwa pantun merupakan sebuah bentuk puisi lama yang terdiri dari empat larik berima silang “a-b-a-b” tiap akhir baris, larik pertama dan kedua disebut sampiran atau bagian objektifnya, yang biasanya berupa sebuah lukisan alam atau hal apa saja yang dapat diambil sebagai kiasan, larik ketiga dan keempat disebut isi atau bagian dari subjektifnya.

9. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Pengertian pantun menurut KBBI. Pantun merupakan bentuk puisi Indonesia (Melayu), setiap baitnya (kuplet) terdiri dari empat baris yang bersajak (a-b-a-b) pada akhir kalimat, terdiri atas sampiran pada baris pertama dan baris kedua yang digunakan untuk tumpuan, dan pada baris ketiga dan keempat adalah isi, setiap larik terdiri dari empat kata. Pantun juga dapat disebut sebagai peribahasa sindiran.

 

Ciri – Ciri Pantun

Berikut ini adalah ciri – ciri pantun yang membedakan dengan puisi lainnya.

  1. Pantun terdiri dari 4 baris atau larik.
  2. Satu bait pantun terdiri atas 8 sampai 12 suku kata.
  3. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran.
  4. Baris ketiga dan keempat merupakan isi.
  5. Bersajak a-b-a-b atau a-a-a-a

 

Struktur Pantun

  1. Sampiran, merupakan bagian yang terletak pada baris pertama dan kedua. Umumnya, sampiran tidak mengandung sebuah isi atau arti, karena maksud dari sampiran hanya diambil rima persajakannya.
  2. Isi, merupakan bagian yang terletak pada baris ketiga dan keempat. Bagian isi menentukan tujuan pantun dan jenis pantun.

 

Jenis – Jenis Pantun

1. Pantun Anak

Jenis pantun yang berhubungan dengan masa kanak-kanak. Contoh:

Ada bunga melati berwarna putih
Melati mekar wangi baunya
Saat teman sedang bersedih
Marilah kita menghiburnya

2. Pantun Adat Istiadat

Pantun yang berisi tentang kebudayaan atau adat istiadat daerah setempat. Umumnya menggunakan bahasa daerah masing-masing. Contoh:

Pohon pinang dipotong ikat
Pinang diikat dengan tali
Mari bersama menjunjung adat
Tegakkan budaya hingga nanti

3. Pantun Agama

Pantun agama adalah pantun yang merupakan sebuah karya sastra berisikan nasihat-nasihat atau ajakan mengenai bidang keagamaan. Di Indonesia sendiri, jenis puisi lama berisi pesan dan pembelajaran agama ini pada jaman dahulu memang sangat efektif dalam membantu menyebarkan ajaran agama Islam oleh para wali. Contoh:

Ke pasar Baru membeli tembaga
Tembaga diasah untuk membuat parang
Jika adinda ingin masuk surga
Jangan pernah tinggalkan sembahyang

4. Pantun Kasih Sayang/Cinta

Jenis pantun ini biasa digunakan untuk sarana perkenalan, percintaan, mengungkapkan perasaan serta pujian. Pantun ini di khususkan untuk kawula muda dan termasuk dalam pantun muda mudi. Contoh:

Memasak air hingga mendidih
Air mendidih untuk menanak nasi
Dengarkan aku duhai kekasih
Cintaku padamu kekal abadi

5. Pantun Nasehat

Pantun Nasehat adalah pantun yang berisi ajaran atau nasehat tentang akhlak/moral dengan tujuan untuk mendidik, ataupun memberikan nasehat kepada orang lain. Contoh:

Jalan-jalan ke kota Banjar
Jangan lupa membeli babat
Jika kamu ingin jadi pintar
Maka belajarlah dengan giat

6. Pantun Teka – Teki

Pantun teka teki adalah pantun yang berisikan teka-teki atau pertanyaan yang harus dijawab oleh pendengar dan dapat digolongkan sebagai salah satu jenis permainan dalam karya sastra. Contoh:

Pohon mangga lebat buahnya
Buah jatuh di dekat kaki
Coba tebak apa jawabnya
Binatang apa tanduk di kaki?
(Jawab: Ayam)

7. Pantun Jenaka

Pantun Jenaka adalah pantun yang bertujuan untuk menghibur orang yang mendengar, terkadang dijadikan sebagai media untuk saling menyindir dalam suasana yang penuh keakraban sehingga tidak menimbulkan rasa tersinggung. Dengan pantun jenaka, diharapkan suasana akan menjadi semakin riang. Contoh:

Ke pasar membeli es serut
Es serut dimakan adik imut
Wajahmu memang membuatku salut
Walau terkadang kau suka kentut

8. Pantun Perkenalan

Pantun Perkenalan adalah adalah jenis pantun remaja yang berisi tentang proses memperkenalkan diri atau bertanya. Contoh:

Makan roti dengan selai
Selain dioles lalu dimakan
Senang hati bertemu disini
Mari bersama menjalin pertemanan

9. Pantun Suka Cita

Pantun Suka Cita adalah jenis pantun yang mengekspresikan perasaan kegembiraan atau kebahagian dalam kehidupan. Pantun ini termasuk ke dalam pantun anak-anak. Karena isinya merupakan gambaran dari kebahagiaan anak-anak. Contoh:

Burung kenari burung dara
Terbang rendah di atas sawah
Adik bangun dengan riang gembira
Bangun tidur mendapat hadiah

10. Pantun Duka Cita

Pantun Duka Cita adalah jenis pantun yang isinya mengungkapan kesedihan atau duka. Pantun duka cita adalah jenis pantun dengan isi yang berkebalikan dengan pantun suka cita. Contoh:

Besar kembangnya bunga sepatu
Jatuh ke bawah selaranya
Hamba sendiri yatim piatu
Ayah bunda saudara pun tak punya

11. Pantun Perpisahan

Pantun perpisahan adalah pantun yang isinya tentang perpisahan atau pesan-pesan perpisahan. Contoh:

Pisau tumpul harus diasah
Agar tajam mengiris kayu
Meskipun raga kita terpisah
Namun hati kita tetap bersatu

12. Pantun Nasib

Pantun Nasib adalah pantun yang menceritakan keadaan diri. Pantun ini biasanya menceritakan keadaan seseorang ketika berada di perantauan. Contoh:

Pohon bambu tumbuh menjulang tinggi
Tempat bermain sanak saudari
Ada kala untung ada kala rugi
Sungguh nasib pedagang tidaklah pasti

13. Pantun Persahabatan

Pantun persahabatan adalah pantun yang ditujukan kepada teman atau sahabat, yang berisi cerita tentang persahabatan. Contoh:

Pergi ke pasar membeli tanaman
Tanaman disiram agar tak layu
Sudah senang hatiku rasakan
Memiliki teman sebaik dirimu

Demikian artikel yang dapat disajikan tentang pengertian pantun, ciri, struktur, dan jenisnya. Semoga dapat membantu dan bermanfaat.

BAGIKAN
| |

Tinggalkan komentar